Penurunan Titik Beku dan Kenaikan Titik Didih
Assalamualaikum
Nama : Shafa Riandani
Kelas. : XII MIPA
Tugas : Kimia Bab Sifat Koligatif Larutan - (Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih)
Jawaban
1. Adalah selisih antara titik didih air dengan titik didih larutan glukosa?
Jawab : Terdapat selisih antara titik didih air murni dan titik didih larutan glukosa, hal ini terjadi karena Sifat Koligatif Larutan. Sifat Koligatif Larutan adalah suatu sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut. Salah satu Sifat Koligatif Larutan adalah kenaikan titik didih yang menggambarkan fenomena bahwa titik didih dari cairan (suatu pelarut) akan lebih tinggi ketika senyawa lain ditambahkan, yang berarti bahwa larutan akan memiliki titik didih yang lebih tinggi dari pelarut murninya. Hal ini menunjukkan bahwa titik didih air dan titik didih larutan glukosa memiliki selisih.
Jadi, terdapat selisih antara titik didih air dengan titik didih larutan glukosa akibat Sifat Koligatif Larutan
selisih titik beku pelarut (Tfo) dengan
titik beku larutan (Tf) disebut
penurunan titik beku (ΔTf).
2. Bagaimana perbandingan titik didih antara larutan glukosa 1 m dengan glukosa 2 m? Jelaskan mengapa demikian?
Jawab : perbandingan larutan glukosa 1 m dengan glukosa 2 m adalah 1 : 2 karena, titik didih glukosa 2 m lebih tinggi kenaikan titik didih nya dibanding glukosa 1 m. Karena semakin besar molal nya maka akan semakin tinggi titik didih nya dikarenakan, semakin banyak partikel partikel larutan yang dapat menghambat titik didih larutan.
T = T° + ∆T
Dimana,
∆T = Kb × m
Dari rumus tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa besarnya m (molalitas) berbanding lurus dengan besarnya ∆T.
Artinya, semakin besar nilai m (molalitas) maka peningkatan titik didih semakin tinggi.
Sehingga ketika ∆T semakin besar maka titik didih nya juga semakin besar.
3. Bagaimana perbandingan titik didih antara larutan sukrosa 1 m dengan sukrosa 2 m? Jelaskan mengapa demikian?
Jawaban : perbandingan larutan sukrosa 1 m dengan sukrosa 2 m adalah 1 : 2 karena,
Larutan sukrosa 2 m memiliki titik didih lebih tinggi daripada larutan sukrosa 1 m.
T = T° + ∆T
Dimana,
∆T = Kb × m
Dari rumus tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa besarnya m (molalitas) berbanding lurus dengan besarnya ∆T.
Artinya, semakin besar nilai m (molalitas) maka peningkatan titik didih semakin tinggi.
Sehingga ketika ∆T semakin besar maka titik didih nya juga semakin besar, dikarenakan semakin banyak partikel partikel larutan yang dapat menghambat titik didih larutan.
4. Untuk larutan yang memiliki kesamaan konsentrasi (glukosa 1 m dan sukrosa 1 m), apakah terjadi perbedaan titik didih larutan? Jelaskan mengapa demikian :
Jawab : larutan glukosa 1 m dan sukrosa 1 m akan memiliki titik beku larutan yang sama. Hal ini disebabkan keduanya memiliki konsentrasi dan nilai yang sama, sehingga jumlah partikel zat terlarut nya juga sama.
5. Jelaskan bagaimana hubungan konsentrasi zat terlarut dengan titik didih larutan
Jawab : hubungan konsentrasi larutan dengan kenaikan titik didih dan penurunan titik beku adalah semakin besar konsentrasi larutan maka titik didih semakin tinggi (semakin sulit menguap) dan titik beku semakin rendah (semakin mudah mencair), yang merupakan Sifat Koligatif Larutan.

Komentar
Posting Komentar